
Naha bet sedih?
28 Juni 2005kaMAR LUhuR, 28 juNI 2005
tabuh 7.30 wengi, saatos huhujanan ti pujasera
Samulihna ti padamelan, Abin nyarios, “Abdi badé cerita, tapi hoyong emam heula !” Jadilah telor ceplok sasaran makanan instan sore tadi. Sambil makan, derekdek téh Abin cerita (dengan ekspresi seolah memberi isyarat, “aku butuh motivasi!!”),…
Abin cerita tentang pembicaraan serius tiga orang; Abin, Pa Rudi (nu gaduh Zona) sareng Kang Dicky (kameramen). Pa Rudi memberikan gambaran tentang situasi Zona termasuk keuanganna, setelah itu menawarkan tiga alternatif pilihan. Pertama, kru bekerja optimal (dengan maksud, dapat menghasilkan yang bisa memberikan pemasukan keuangan), tapi tidak ada uang makan, transport atau apapun selain gaji pokok. Kedua, pihak Pa Rudi memberikan penyewaan/kerjasama peminjaman alat (termasuk pembebanan listrik dan kerusakan alat), dengan konsekwensi kru tidak diberi upah apapun. Ketiga, OFF sama sekali!!
Walaupun belum ada keputusan dari para kru, mungkin, apapun jawabannya nanti, tak ada harapan berlebih. Maksudku, harus secepatnya ambil tindakan lain, yang mungkin menjadi jalan lain datangnya rezeki kami.
Tapi, naha atuh ari kitu mah, kunaon ieu mata hayang ngaluarkeun caina. Naha bet sedih?
Ayeuna Abin nuju nepangan Asép Fajar, kaleresan nuju aya di Subang, Kongrés Budaya Sunda.
Cag ah !!