Posts Tagged ‘sajak’

h1

Aku ketombe

4 Juni 2007

Kenapa mesti aku penyebab ketombe di kepalanya???
Aku selalu salah..

h1

Neuteup anjeun

10 Pébruari 2004

00.10

Neuteup anjeun

Nu nuju tibra

Poin nu nambahan rékening asih dina ieu dada

Gugah geulis

Kapan salira téh badé neraskeun hanca TA téa.

Da bonganna gaduh uteuk téh cerdas, pinter, jadi wéh abdi teu tiasa mantuan. Sanés teu tiasa kétang, alim mantuan da percanten Itan pasti tiasa, sanaos sok tara téga ningal salira siga-siga ical tanaga. Tapi, ah da Itan mah perkasa…!

h1

saat pagi at Idul Adha

4 Pébruari 2004

Sepenggal surat untuk-Mu

Robb…

Hingga detik ini Kau tetap Maha Perkasa di hadapanku.

Kau tunjukkan bahwa Kau Maha Pengatur segalanya. Hidup, keinginan, asa, tangis, darah…dan segala yang serba mungkin Kau lakukan untukku.

Ya.. Kau melakukannya untukku, karena aku tahu bahwa Kau benar-benar sayang padaku. Sungguh.

Robb…

Telah Kau berikan anugerah terindah itu, anugerah terindah dalam hidupku!! Anugerah terindah yang kan selalu kusyukuri. Seorang suami.

Kau telah mengirim suami terbaik untukku.

Aku tahu, bersamanya aku akan meniti jalan-jalanMu. Mengharungi langkah demi langkah hidup, terantuk kerikil, melangkah gontai atau bahkan berlari-lari. Indah

Karena bersamanya aku belajar memahami setiap pijakan hidup.

Memaknai tangis, bersama. Terengah-engah dalam derai tawa, bersama. Menyikapi hari dengan bijak, bersama.

Ya, bersamanya.

Robb..
Terima kasih, anugerah terindah itu akan selalu kusyukuri
Selamanya…

-robb, i love him very much-

h1

acining, acining I

16 Oktober 2003

Dengan apa

Dengan apa kubebaskan gairah ini?
Dengan apa kuluapkan rindu ini?
Dengan apa kuletupkan hasrat ini?
Dengan apa kubentangkan hari esok dan kini?
Tanpa apa dan tak apa?

bejat

entah apa yang mesti ku perbuat
lidahku terjulur bagaikan sekarat
ikat di leher berubah menjadi kawat
sukmaku ingin segera minggat
mengapa otakku menjadi begitu bejat
urusan cintaku yang menjadi akibat
lho, apakah aku ini sudah begitu hebat
yakin benar kalo aku ini akan kuat
ambilkan aku sekeranjang coklat
niatku akan ku jadikan obat
inginkah kau lihat kalo aku sudah tamat?
ugh, tega amat

hening bening & secarik kertas basah

dingin malam mencekam menusuk lidah perut perawan melepaskan pinggan kemalu-maluan.

Angin malam bergumam rindu nafsu bukan bualan sesak di lutut mulut perawan. Langit hitam iring desah di wajahku, rindu perawan adalah buaian.

Telah kuhantarkan kaki-kaki malam dan selimutmu. Angin tak hendak bersarang lalu kakiku kembali lumpuh.

Apa arti sunyi? Bulan bergumam sepi. Di mana hangatmu berlalu, Hanya kehendak yang sesak, Pada secarik kertas basah, Tanpa gores tak bertepi

2003 detakan bertaluan, henti sesaat lalu diam, ini kali lain mimpi itu
hanya singgah
kemudian kalah

bral, jungjunan..

geura tarik tali jangkar, mun rék miang
ulah ringrang tong hariwang
pancegkeun kahayang sing tanding béntang
najan béntang tinggal kalangkang

aya sagagang kembang
:asih nu kungsi mangkak na ati urang
nu bakal maréngan

jeun teuing peuting
jeun teuing kalbu haliwu
sabab aya kawijaksanaan ceungceumeun dada séwang-séwang

h1

Terkadang

16 Oktober 2003

Abin…

Terkadang kita tak pernah mau mengerti tentang hidup, …tak pernah tersenyum untuk sebuah tangis, …tak pernah berkata bijak untuk suatu realita hidup,…tak pernah!

Terkadang kita terlalu berharap pada bintang yang jauuuh tersenyum dan menyapa langkah kita, padahal senyum dan sapa itu berbuah suatu kepedihan. Tapi adakalanya kepedihan itu membuat kita lebih bersikap bijak dalam menghadapi hidup.

Terkadang kita merasa bahwa kita adalah hidup, padahal diri kita adalah hanya bagian terkecil dari hidup ini. Ya…hanya bagian terkecil saja.

Terkadang…kita enggan dengan suatu keterkadangan yang memaksa kita untuk terjatuh, bangkit, tertatih, berlari…dan menangis.

Terkadang…
Terkadang !

h1

Langit

16 Oktober 2003

langit kahalodoan

béntang-béntang maluguran

ari haté bet deui simpé